MACAM-MACAM PUISI LAMA dan
CIRI-CIRINYA B. MACAM-MACAM PUISI LAMA 1.MANTRA Mantra adalah merupakan puisi
tua, keberadaannya dalam masyarakat Melayu pada mulanya bukan sebagai karya
sastra, melainkan lebih banyak berkaitan dengan adat dan kepercayaan. Contoh:
Assalammu’alaikum putri satulung besar Yang beralun berilir simayang Mari
kecil, kemari Aku menyanggul rambutmu Aku membawa sadap gading Akan membasuh
mukamu 2.GURINDAM Gurindam adalah puisi lama yang berasal dari Tamil (India)
CIRI-CIRI GURINDAM: a. Sajak akhir berirama a – a ; b – b; c – c dst. b.
Berasal dari Tamil (India) c. Isinya merupakan nasihat yang cukup jelas yakni
menjelaskan atau menampilkan suatui sebab akibat. Contoh : Kurang pikir kurang
siasat (a) Tentu dirimu akan tersesat (a) Barang siapa tinggalkan sembahyang (
b ) Bagai rumah tiada bertiang ( b ) Jika suami tiada berhati lurus ( c ) Istri
pun kelak menjadi kurus ( c ) 3. SYAIR Syair adalah puisi lama yang berasal
dari Arab. CIRI – CIRI SYAIR : a. Setiap bait terdiri dari 4 baris b. Setiap
baris terdiri dari 8 – 12 suku kata c. Bersajak a – a – a – a d. Isi semua
tidak ada sampiran e. Berasal dari Arab Contoh : Pada zaman dahulu kala (a)
Tersebutlah sebuah cerita (a) Sebuah negeri yang aman sentosa (a) Dipimpin sang
raja nan bijaksana (a) Negeri bernama Pasir Luhur (a) Tanahnya luas lagi subur
(a) Rakyat teratur hidupnya makmur (a) Rukun raharja tiada terukur (a) Raja
bernama Darmalaksana (a) Tampan rupawan elok parasnya (a) Adil dan jujur penuh
wibawa (a) Gagah perkasa tiada tandingnya (a) 4.PANTUN Pantun adalah puisi
Melayu asli yang cukup mengakar dan membudaya dalam masyarakat. CIRI – CIRI
PANTUN : 1. Setiap bait terdiri 4 baris 2. Baris 1 dan 2 sebagai sampiran 3.
Baris 3 dan 4 merupakan isi 4. Bersajak a – b – a – b 5. Setiap baris terdiri
dari 8 – 12 suku kata 6. Berasal dari Melayu (Indonesia) Contoh : Ada pepaya
ada mentimun (a) Ada mangga ada salak (b) Daripada duduk melamun (a) Mari kita
membaca sajak (b) Sedangkan pantun juga terbagi atas : a) . DILIHAT DARI
BENTUKNYA 1. PANTUN BIASA Pantun biasa sering juga disebut pantun saja. Contoh
: Kalau ada jarum patah Jangan dimasukkan ke dalam peti Kalau ada kataku yang
salah Jangan dimasukan ke dalam hati 2. SELOKA (PANTUN BERKAIT) Seloka adalah
pantun berkait yang tidak cukup dengan satu bait saja sebab pantun berkait
merupakan jalinan atas beberapa bait. CIRI-CIRI SELOKA: a. Baris kedua dan
keempat pada bait pertama dipakai sebagai baris pertama dan ketiga bait kedua.
b. Baris kedua dan keempat pada bait kedua dipakai sebagai baris pertama dan
ketiga bait ketiga c. Dan seterusnya Contoh : Lurus jalan ke Payakumbuh, Kayu
jati bertimbal jalan Di mana hati tak kan rusuh, Ibu mati bapak berjalan Kayu
jati bertimbal jalan, Turun angin patahlah dahan Ibu mati bapak berjalan, Ke
mana untung diserahkan 3. TALIBUN Talibun adalah pantun jumlah barisnya lebih
dari empat baris, tetapi harus genap misalnya 6, 8, 10 dan seterusnya. Jika
satu bait berisi enam baris, susunannya tiga sampiran dan tiga isi. Jika satiu
bait berisi delapan baris, susunannya empat sampiran dan empat isi. Jadi :
Apabila enam baris sajaknya a – b – c – a – b – c. Bila terdiri dari delapan
baris, sajaknya a – b – c – d – a – b – c – d Contoh : Kalau anak pergi ke
pekan Yu beli belanak pun beli sampiran Ikan panjang beli dahulu Kalau anak
pergi berjalan Ibu cari sanak pun cari isi Induk semang cari dahulu 4. PANTUN
KILAT ( KARMINA ) CIRI-CIRINYA : a. Setiap bait terdiri dari 2 baris b. Baris
pertama merupakan sampiran c. Baris kedua merupakan isi d. Bersajak a – a e.
Setiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kata Contoh : Dahulu parang, sekarang
besi (a) Dahulu sayang sekarang benci (a) 5. PANTUN ANAK-ANAK Contoh : Elok
rupanya si kumbang jati Dibawa itik pulang petang Tidak terkata besar hati
Melihat ibu sudah datang 6. PANTUN ORANG MUDA Contoh : Tanam melati di
rama-rama Ubur-ubur sampingan dua Sehidup semati kita bersama Satu kubur kelak
berdua 7. PANTUN ORANG TUA Contoh : Asam kandis asam gelugur Kedua asam
riang-riang Menangis mayat di pintu kubur Teringat badan tidak sembahyang 8.
PANTUN JENAKA Contoh : Elok rupanya pohon belimbing Tumbuh dekat pohon mangga
Elok rupanya berbini sumbing Biar marah tertawa juga 9. PANTUN TEKA-TEKI Contoh
: Kalau puan, puan cemara Ambil gelas di dalam peti Kalau tuan bijak laksana
Binatang apa tanduk di kaki b) DILIHAT DARI ISINYA Jenis-jenis Puisi Baru
Menurut isinya, puisi dibedakan atas : Balada adalah puisi berisi kisah/cerita.
Balada jenis ini terdiri dari 3 (tiga) bait, masing-masing dengan 8 (delapan)
larik dengan skema rima a-b-a-b-b-c-c-b. Kemudian skema rima berubah menjadi
a-b-a-b-b-c-b-c. Larik terakhir dalam bait pertama digunakan sebagai refren
dalam bait-bait berikutnya. Contoh: Puisi karya Sapardi Djoko Damono yang
berjudul “Balada Matinya Seorang Pemberontak”. Himne adalah puisi pujaan untuk
Tuhan, tanah air, atau pahlawan. Ciri-cirinya adalah lagu pujian untuk
menghormati seorang dewa, Tuhan, seorang pahlawan, tanah air, atau almamater
(Pemandu di Dunia Sastra). Sekarang ini, pengertian himne menjadi berkembang.
Himne diartikan sebagai puisi yang dinyanyikan, berisi pujian terhadap sesuatu
yang dihormati (guru, pahlawan, dewa, Tuhan) yang bernafaskan ketuhanan.
Contoh: Bahkan batu-batu yang keras dan bisu Mengagungkan nama-Mu dengan cara
sendiri Menggeliat derita pada lekuk dan liku bawah sayatan khianat dan dusta.
Dengan hikmat selalu kupandang patung-Mu menitikkan darah dari tangan dan kaki
dari mahkota duri dan membulan paku Yang dikarati oleh dosa manusia. Tanpa
luka-luka yang lebar terbuka dunia kehilangan sumber kasih Besarlah mereka yang
dalam nestapa mengenal-Mu tersalib di datam hati. (Saini S.K) Ode adalah puisi
sanjungan untuk orang yang berjasa. Nada dan gayanya sangat resmi (metrumnya
ketat), bernada anggun, membahas sesuatu yang mulia, bersifat menyanjung baik
terhadap pribadi tertentu atau peristiwa umum. Contoh: Generasi Sekarang Di
atas puncak gunung fantasi Berdiri aku, dan dari sana Mandang ke bawah, ke
tempat berjuang Generasi sekarang di panjang masa Menciptakan kemegahan baru
Pantun keindahan Indonesia Yang jadi kenang-kenangan Pada zaman dalam dunia
(Asmara Hadi) Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup. Epigram
berasal dari Bahasa Yunani epigramma yang berarti unsur pengajaran; didaktik;
nasihat membawa ke arah kebenaran untuk dijadikan pedoman, ikhtibar; ada
teladan. Contoh: Hari ini tak ada tempat berdiri Sikap lamban berarti mati
Siapa yang bergerak, merekalah yang di depan Yang menunggu sejenak sekalipun
pasti tergilas. (Iqbal) Romansa adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta
kasih. Berasal dari bahasa Perancis Romantique yang berarti keindahan perasaan;
persoalan kasih sayang, rindu dendam, serta kasih mesra Elegi adalah puisi yang
berisi ratap tangis/kesedihan. Berisi sajak atau lagu yang mengungkapkan rasa
duka atau keluh kesah karena sedih atau rindu, terutama karena
kematian/kepergian seseorang. Contoh: Senja di Pelabuhan Kecil Ini kali tidak
ada yang mencari cinta di antara gudang, rumah tua, pada cerita tiang serta
temali. Kapal, perahu tiada berlaut menghembus diri dalam mempercaya mau
berpaut Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang menyinggung muram,
desir hari lari berenang menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak dan kini
tanah dan air tidur hilang ombak. Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan menyisir
semenanjung, masih pengap harap sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap (Chairil Anwar) Satire
adalah puisi yang berisi sindiran/kritik. Berasal dari bahasa Latin Satura yang
berarti sindiran; kecaman tajam terhadap sesuatu fenomena; tidak puas hati satu
golongan (ke atas pemimpin yang pura-pura, rasuah, zalim etc) Contoh: Aku
bertanya tetapi pertanyaan-pertanyaanku membentur jidat penyair-penyair salon,
yang bersajak tentang anggur dan rembulan, sementara ketidakadilan terjadi di
sampingnya, dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan, termangu-mangu dl
kaki dewi kesenian. (WS Rendra Share and Enjoy: Digg Sphinn del.icio.us
Facebook Mixx Google BlinkList blogmarks BlogMemes Fr Blogosphere News
description eKudos Haohao Kirtsy Live MyShare MySpace Ping.fm Print this
article! Shadows Socialogs Taggly Wykop BarraPunto
Minggu, 09 November 2014
puisi lama
MACAM-MACAM PUISI LAMA dan
CIRI-CIRINYA B. MACAM-MACAM PUISI LAMA 1.MANTRA Mantra adalah merupakan puisi
tua, keberadaannya dalam masyarakat Melayu pada mulanya bukan sebagai karya
sastra, melainkan lebih banyak berkaitan dengan adat dan kepercayaan. Contoh:
Assalammu’alaikum putri satulung besar Yang beralun berilir simayang Mari
kecil, kemari Aku menyanggul rambutmu Aku membawa sadap gading Akan membasuh
mukamu 2.GURINDAM Gurindam adalah puisi lama yang berasal dari Tamil (India)
CIRI-CIRI GURINDAM: a. Sajak akhir berirama a – a ; b – b; c – c dst. b.
Berasal dari Tamil (India) c. Isinya merupakan nasihat yang cukup jelas yakni
menjelaskan atau menampilkan suatui sebab akibat. Contoh : Kurang pikir kurang
siasat (a) Tentu dirimu akan tersesat (a) Barang siapa tinggalkan sembahyang (
b ) Bagai rumah tiada bertiang ( b ) Jika suami tiada berhati lurus ( c ) Istri
pun kelak menjadi kurus ( c ) 3. SYAIR Syair adalah puisi lama yang berasal
dari Arab. CIRI – CIRI SYAIR : a. Setiap bait terdiri dari 4 baris b. Setiap
baris terdiri dari 8 – 12 suku kata c. Bersajak a – a – a – a d. Isi semua
tidak ada sampiran e. Berasal dari Arab Contoh : Pada zaman dahulu kala (a)
Tersebutlah sebuah cerita (a) Sebuah negeri yang aman sentosa (a) Dipimpin sang
raja nan bijaksana (a) Negeri bernama Pasir Luhur (a) Tanahnya luas lagi subur
(a) Rakyat teratur hidupnya makmur (a) Rukun raharja tiada terukur (a) Raja
bernama Darmalaksana (a) Tampan rupawan elok parasnya (a) Adil dan jujur penuh
wibawa (a) Gagah perkasa tiada tandingnya (a) 4.PANTUN Pantun adalah puisi
Melayu asli yang cukup mengakar dan membudaya dalam masyarakat. CIRI – CIRI
PANTUN : 1. Setiap bait terdiri 4 baris 2. Baris 1 dan 2 sebagai sampiran 3.
Baris 3 dan 4 merupakan isi 4. Bersajak a – b – a – b 5. Setiap baris terdiri
dari 8 – 12 suku kata 6. Berasal dari Melayu (Indonesia) Contoh : Ada pepaya
ada mentimun (a) Ada mangga ada salak (b) Daripada duduk melamun (a) Mari kita
membaca sajak (b) Sedangkan pantun juga terbagi atas : a) . DILIHAT DARI
BENTUKNYA 1. PANTUN BIASA Pantun biasa sering juga disebut pantun saja. Contoh
: Kalau ada jarum patah Jangan dimasukkan ke dalam peti Kalau ada kataku yang
salah Jangan dimasukan ke dalam hati 2. SELOKA (PANTUN BERKAIT) Seloka adalah
pantun berkait yang tidak cukup dengan satu bait saja sebab pantun berkait
merupakan jalinan atas beberapa bait. CIRI-CIRI SELOKA: a. Baris kedua dan
keempat pada bait pertama dipakai sebagai baris pertama dan ketiga bait kedua.
b. Baris kedua dan keempat pada bait kedua dipakai sebagai baris pertama dan
ketiga bait ketiga c. Dan seterusnya Contoh : Lurus jalan ke Payakumbuh, Kayu
jati bertimbal jalan Di mana hati tak kan rusuh, Ibu mati bapak berjalan Kayu
jati bertimbal jalan, Turun angin patahlah dahan Ibu mati bapak berjalan, Ke
mana untung diserahkan 3. TALIBUN Talibun adalah pantun jumlah barisnya lebih
dari empat baris, tetapi harus genap misalnya 6, 8, 10 dan seterusnya. Jika
satu bait berisi enam baris, susunannya tiga sampiran dan tiga isi. Jika satiu
bait berisi delapan baris, susunannya empat sampiran dan empat isi. Jadi :
Apabila enam baris sajaknya a – b – c – a – b – c. Bila terdiri dari delapan
baris, sajaknya a – b – c – d – a – b – c – d Contoh : Kalau anak pergi ke
pekan Yu beli belanak pun beli sampiran Ikan panjang beli dahulu Kalau anak
pergi berjalan Ibu cari sanak pun cari isi Induk semang cari dahulu 4. PANTUN
KILAT ( KARMINA ) CIRI-CIRINYA : a. Setiap bait terdiri dari 2 baris b. Baris
pertama merupakan sampiran c. Baris kedua merupakan isi d. Bersajak a – a e.
Setiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kata Contoh : Dahulu parang, sekarang
besi (a) Dahulu sayang sekarang benci (a) 5. PANTUN ANAK-ANAK Contoh : Elok
rupanya si kumbang jati Dibawa itik pulang petang Tidak terkata besar hati
Melihat ibu sudah datang 6. PANTUN ORANG MUDA Contoh : Tanam melati di
rama-rama Ubur-ubur sampingan dua Sehidup semati kita bersama Satu kubur kelak
berdua 7. PANTUN ORANG TUA Contoh : Asam kandis asam gelugur Kedua asam
riang-riang Menangis mayat di pintu kubur Teringat badan tidak sembahyang 8.
PANTUN JENAKA Contoh : Elok rupanya pohon belimbing Tumbuh dekat pohon mangga
Elok rupanya berbini sumbing Biar marah tertawa juga 9. PANTUN TEKA-TEKI Contoh
: Kalau puan, puan cemara Ambil gelas di dalam peti Kalau tuan bijak laksana
Binatang apa tanduk di kaki b) DILIHAT DARI ISINYA Jenis-jenis Puisi Baru
Menurut isinya, puisi dibedakan atas : Balada adalah puisi berisi kisah/cerita.
Balada jenis ini terdiri dari 3 (tiga) bait, masing-masing dengan 8 (delapan)
larik dengan skema rima a-b-a-b-b-c-c-b. Kemudian skema rima berubah menjadi
a-b-a-b-b-c-b-c. Larik terakhir dalam bait pertama digunakan sebagai refren
dalam bait-bait berikutnya. Contoh: Puisi karya Sapardi Djoko Damono yang
berjudul “Balada Matinya Seorang Pemberontak”. Himne adalah puisi pujaan untuk
Tuhan, tanah air, atau pahlawan. Ciri-cirinya adalah lagu pujian untuk
menghormati seorang dewa, Tuhan, seorang pahlawan, tanah air, atau almamater
(Pemandu di Dunia Sastra). Sekarang ini, pengertian himne menjadi berkembang.
Himne diartikan sebagai puisi yang dinyanyikan, berisi pujian terhadap sesuatu
yang dihormati (guru, pahlawan, dewa, Tuhan) yang bernafaskan ketuhanan.
Contoh: Bahkan batu-batu yang keras dan bisu Mengagungkan nama-Mu dengan cara
sendiri Menggeliat derita pada lekuk dan liku bawah sayatan khianat dan dusta.
Dengan hikmat selalu kupandang patung-Mu menitikkan darah dari tangan dan kaki
dari mahkota duri dan membulan paku Yang dikarati oleh dosa manusia. Tanpa
luka-luka yang lebar terbuka dunia kehilangan sumber kasih Besarlah mereka yang
dalam nestapa mengenal-Mu tersalib di datam hati. (Saini S.K) Ode adalah puisi
sanjungan untuk orang yang berjasa. Nada dan gayanya sangat resmi (metrumnya
ketat), bernada anggun, membahas sesuatu yang mulia, bersifat menyanjung baik
terhadap pribadi tertentu atau peristiwa umum. Contoh: Generasi Sekarang Di
atas puncak gunung fantasi Berdiri aku, dan dari sana Mandang ke bawah, ke
tempat berjuang Generasi sekarang di panjang masa Menciptakan kemegahan baru
Pantun keindahan Indonesia Yang jadi kenang-kenangan Pada zaman dalam dunia
(Asmara Hadi) Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup. Epigram
berasal dari Bahasa Yunani epigramma yang berarti unsur pengajaran; didaktik;
nasihat membawa ke arah kebenaran untuk dijadikan pedoman, ikhtibar; ada
teladan. Contoh: Hari ini tak ada tempat berdiri Sikap lamban berarti mati
Siapa yang bergerak, merekalah yang di depan Yang menunggu sejenak sekalipun
pasti tergilas. (Iqbal) Romansa adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta
kasih. Berasal dari bahasa Perancis Romantique yang berarti keindahan perasaan;
persoalan kasih sayang, rindu dendam, serta kasih mesra Elegi adalah puisi yang
berisi ratap tangis/kesedihan. Berisi sajak atau lagu yang mengungkapkan rasa
duka atau keluh kesah karena sedih atau rindu, terutama karena
kematian/kepergian seseorang. Contoh: Senja di Pelabuhan Kecil Ini kali tidak
ada yang mencari cinta di antara gudang, rumah tua, pada cerita tiang serta
temali. Kapal, perahu tiada berlaut menghembus diri dalam mempercaya mau
berpaut Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang menyinggung muram,
desir hari lari berenang menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak dan kini
tanah dan air tidur hilang ombak. Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan menyisir
semenanjung, masih pengap harap sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap (Chairil Anwar) Satire
adalah puisi yang berisi sindiran/kritik. Berasal dari bahasa Latin Satura yang
berarti sindiran; kecaman tajam terhadap sesuatu fenomena; tidak puas hati satu
golongan (ke atas pemimpin yang pura-pura, rasuah, zalim etc) Contoh: Aku
bertanya tetapi pertanyaan-pertanyaanku membentur jidat penyair-penyair salon,
yang bersajak tentang anggur dan rembulan, sementara ketidakadilan terjadi di
sampingnya, dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan, termangu-mangu dl
kaki dewi kesenian. (WS Rendra Share and Enjoy: Digg Sphinn del.icio.us
Facebook Mixx Google BlinkList blogmarks BlogMemes Fr Blogosphere News
description eKudos Haohao Kirtsy Live MyShare MySpace Ping.fm Print this
article! Shadows Socialogs Taggly Wykop BarraPunto
MACAM-MACAM PUISI LAMA dan
CIRI-CIRINYA B. MACAM-MACAM PUISI LAMA 1.MANTRA Mantra adalah merupakan puisi
tua, keberadaannya dalam masyarakat Melayu pada mulanya bukan sebagai karya
sastra, melainkan lebih banyak berkaitan dengan adat dan kepercayaan. Contoh:
Assalammu’alaikum putri satulung besar Yang beralun berilir simayang Mari
kecil, kemari Aku menyanggul rambutmu Aku membawa sadap gading Akan membasuh
mukamu 2.GURINDAM Gurindam adalah puisi lama yang berasal dari Tamil (India)
CIRI-CIRI GURINDAM: a. Sajak akhir berirama a – a ; b – b; c – c dst. b.
Berasal dari Tamil (India) c. Isinya merupakan nasihat yang cukup jelas yakni
menjelaskan atau menampilkan suatui sebab akibat. Contoh : Kurang pikir kurang
siasat (a) Tentu dirimu akan tersesat (a) Barang siapa tinggalkan sembahyang (
b ) Bagai rumah tiada bertiang ( b ) Jika suami tiada berhati lurus ( c ) Istri
pun kelak menjadi kurus ( c ) 3. SYAIR Syair adalah puisi lama yang berasal
dari Arab. CIRI – CIRI SYAIR : a. Setiap bait terdiri dari 4 baris b. Setiap
baris terdiri dari 8 – 12 suku kata c. Bersajak a – a – a – a d. Isi semua
tidak ada sampiran e. Berasal dari Arab Contoh : Pada zaman dahulu kala (a)
Tersebutlah sebuah cerita (a) Sebuah negeri yang aman sentosa (a) Dipimpin sang
raja nan bijaksana (a) Negeri bernama Pasir Luhur (a) Tanahnya luas lagi subur
(a) Rakyat teratur hidupnya makmur (a) Rukun raharja tiada terukur (a) Raja
bernama Darmalaksana (a) Tampan rupawan elok parasnya (a) Adil dan jujur penuh
wibawa (a) Gagah perkasa tiada tandingnya (a) 4.PANTUN Pantun adalah puisi
Melayu asli yang cukup mengakar dan membudaya dalam masyarakat. CIRI – CIRI
PANTUN : 1. Setiap bait terdiri 4 baris 2. Baris 1 dan 2 sebagai sampiran 3.
Baris 3 dan 4 merupakan isi 4. Bersajak a – b – a – b 5. Setiap baris terdiri
dari 8 – 12 suku kata 6. Berasal dari Melayu (Indonesia) Contoh : Ada pepaya
ada mentimun (a) Ada mangga ada salak (b) Daripada duduk melamun (a) Mari kita
membaca sajak (b) Sedangkan pantun juga terbagi atas : a) . DILIHAT DARI
BENTUKNYA 1. PANTUN BIASA Pantun biasa sering juga disebut pantun saja. Contoh
: Kalau ada jarum patah Jangan dimasukkan ke dalam peti Kalau ada kataku yang
salah Jangan dimasukan ke dalam hati 2. SELOKA (PANTUN BERKAIT) Seloka adalah
pantun berkait yang tidak cukup dengan satu bait saja sebab pantun berkait
merupakan jalinan atas beberapa bait. CIRI-CIRI SELOKA: a. Baris kedua dan
keempat pada bait pertama dipakai sebagai baris pertama dan ketiga bait kedua.
b. Baris kedua dan keempat pada bait kedua dipakai sebagai baris pertama dan
ketiga bait ketiga c. Dan seterusnya Contoh : Lurus jalan ke Payakumbuh, Kayu
jati bertimbal jalan Di mana hati tak kan rusuh, Ibu mati bapak berjalan Kayu
jati bertimbal jalan, Turun angin patahlah dahan Ibu mati bapak berjalan, Ke
mana untung diserahkan 3. TALIBUN Talibun adalah pantun jumlah barisnya lebih
dari empat baris, tetapi harus genap misalnya 6, 8, 10 dan seterusnya. Jika
satu bait berisi enam baris, susunannya tiga sampiran dan tiga isi. Jika satiu
bait berisi delapan baris, susunannya empat sampiran dan empat isi. Jadi :
Apabila enam baris sajaknya a – b – c – a – b – c. Bila terdiri dari delapan
baris, sajaknya a – b – c – d – a – b – c – d Contoh : Kalau anak pergi ke
pekan Yu beli belanak pun beli sampiran Ikan panjang beli dahulu Kalau anak
pergi berjalan Ibu cari sanak pun cari isi Induk semang cari dahulu 4. PANTUN
KILAT ( KARMINA ) CIRI-CIRINYA : a. Setiap bait terdiri dari 2 baris b. Baris
pertama merupakan sampiran c. Baris kedua merupakan isi d. Bersajak a – a e.
Setiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kata Contoh : Dahulu parang, sekarang
besi (a) Dahulu sayang sekarang benci (a) 5. PANTUN ANAK-ANAK Contoh : Elok
rupanya si kumbang jati Dibawa itik pulang petang Tidak terkata besar hati
Melihat ibu sudah datang 6. PANTUN ORANG MUDA Contoh : Tanam melati di
rama-rama Ubur-ubur sampingan dua Sehidup semati kita bersama Satu kubur kelak
berdua 7. PANTUN ORANG TUA Contoh : Asam kandis asam gelugur Kedua asam
riang-riang Menangis mayat di pintu kubur Teringat badan tidak sembahyang 8.
PANTUN JENAKA Contoh : Elok rupanya pohon belimbing Tumbuh dekat pohon mangga
Elok rupanya berbini sumbing Biar marah tertawa juga 9. PANTUN TEKA-TEKI Contoh
: Kalau puan, puan cemara Ambil gelas di dalam peti Kalau tuan bijak laksana
Binatang apa tanduk di kaki b) DILIHAT DARI ISINYA Jenis-jenis Puisi Baru
Menurut isinya, puisi dibedakan atas : Balada adalah puisi berisi kisah/cerita.
Balada jenis ini terdiri dari 3 (tiga) bait, masing-masing dengan 8 (delapan)
larik dengan skema rima a-b-a-b-b-c-c-b. Kemudian skema rima berubah menjadi
a-b-a-b-b-c-b-c. Larik terakhir dalam bait pertama digunakan sebagai refren
dalam bait-bait berikutnya. Contoh: Puisi karya Sapardi Djoko Damono yang
berjudul “Balada Matinya Seorang Pemberontak”. Himne adalah puisi pujaan untuk
Tuhan, tanah air, atau pahlawan. Ciri-cirinya adalah lagu pujian untuk
menghormati seorang dewa, Tuhan, seorang pahlawan, tanah air, atau almamater
(Pemandu di Dunia Sastra). Sekarang ini, pengertian himne menjadi berkembang.
Himne diartikan sebagai puisi yang dinyanyikan, berisi pujian terhadap sesuatu
yang dihormati (guru, pahlawan, dewa, Tuhan) yang bernafaskan ketuhanan.
Contoh: Bahkan batu-batu yang keras dan bisu Mengagungkan nama-Mu dengan cara
sendiri Menggeliat derita pada lekuk dan liku bawah sayatan khianat dan dusta.
Dengan hikmat selalu kupandang patung-Mu menitikkan darah dari tangan dan kaki
dari mahkota duri dan membulan paku Yang dikarati oleh dosa manusia. Tanpa
luka-luka yang lebar terbuka dunia kehilangan sumber kasih Besarlah mereka yang
dalam nestapa mengenal-Mu tersalib di datam hati. (Saini S.K) Ode adalah puisi
sanjungan untuk orang yang berjasa. Nada dan gayanya sangat resmi (metrumnya
ketat), bernada anggun, membahas sesuatu yang mulia, bersifat menyanjung baik
terhadap pribadi tertentu atau peristiwa umum. Contoh: Generasi Sekarang Di
atas puncak gunung fantasi Berdiri aku, dan dari sana Mandang ke bawah, ke
tempat berjuang Generasi sekarang di panjang masa Menciptakan kemegahan baru
Pantun keindahan Indonesia Yang jadi kenang-kenangan Pada zaman dalam dunia
(Asmara Hadi) Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup. Epigram
berasal dari Bahasa Yunani epigramma yang berarti unsur pengajaran; didaktik;
nasihat membawa ke arah kebenaran untuk dijadikan pedoman, ikhtibar; ada
teladan. Contoh: Hari ini tak ada tempat berdiri Sikap lamban berarti mati
Siapa yang bergerak, merekalah yang di depan Yang menunggu sejenak sekalipun
pasti tergilas. (Iqbal) Romansa adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta
kasih. Berasal dari bahasa Perancis Romantique yang berarti keindahan perasaan;
persoalan kasih sayang, rindu dendam, serta kasih mesra Elegi adalah puisi yang
berisi ratap tangis/kesedihan. Berisi sajak atau lagu yang mengungkapkan rasa
duka atau keluh kesah karena sedih atau rindu, terutama karena
kematian/kepergian seseorang. Contoh: Senja di Pelabuhan Kecil Ini kali tidak
ada yang mencari cinta di antara gudang, rumah tua, pada cerita tiang serta
temali. Kapal, perahu tiada berlaut menghembus diri dalam mempercaya mau
berpaut Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang menyinggung muram,
desir hari lari berenang menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak dan kini
tanah dan air tidur hilang ombak. Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan menyisir
semenanjung, masih pengap harap sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap (Chairil Anwar) Satire
adalah puisi yang berisi sindiran/kritik. Berasal dari bahasa Latin Satura yang
berarti sindiran; kecaman tajam terhadap sesuatu fenomena; tidak puas hati satu
golongan (ke atas pemimpin yang pura-pura, rasuah, zalim etc) Contoh: Aku
bertanya tetapi pertanyaan-pertanyaanku membentur jidat penyair-penyair salon,
yang bersajak tentang anggur dan rembulan, sementara ketidakadilan terjadi di
sampingnya, dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan, termangu-mangu dl
kaki dewi kesenian. (WS Rendra Share and Enjoy: Digg Sphinn del.icio.us
Facebook Mixx Google BlinkList blogmarks BlogMemes Fr Blogosphere News
description eKudos Haohao Kirtsy Live MyShare MySpace Ping.fm Print this
article! Shadows Socialogs Taggly Wykop BarraPunto
Sabtu, 08 November 2014
Jumat, 07 November 2014
Menulis Laporan Diskusi dengan Melampirkan Ntula dan Daftar Hadir
Menulis Laporan Diskusi dengan Melampirkan Ntula dan Daftar Hadir
Pada kegiatan pembelajaran yang lalu, kamu sering melakukan kegiatan diskusi untuk membahas berbagai hal. Dalam kegiatan diskusi tersebut ada teman yang berperan sebagai pembicara, mderatr, dan ada notulis. Pembicara adalah orang yang menyampaikan dan membahas topik permasalahan yang didiskusikan. Mderatr adalah orang mengatur jalannya diskusi. Notulis adalah orang yang bertugas untuk membuat ntula (catatan rapat/hasil diskusi).
Menulis laporan hasil diskusi adalah salah satu tugas seorang notulis. Laporan yang disampaikan harus dapat menyajikan fakta secara oobjektif tentang keadaan atau kegiatan yang telah dilaksanakan. Fakta oobjektif yang disajikan menjadi tanggung jawab notulis yang membuat laporan diskusi tersebut. Menyusun laporan hasil diskusi adalah tugas notulis. Untuk itu, notulis harus mengikuti jalannya diskusi dengan cermat agar dapat mencatat segala hal yang berkaitan dengan kegiatan dan jalannya diskusi.
Hal-hal yang perlu dicatat notulis antara lain: gagasan pokok yang disampaikan pembicara, pertanyaan, sanggahan, kmentar, atau saran dari peserta diskusi. Selain itu, notulis juga bertugas meresume pembicaraan, mencatat suasana jalannya diskusi, serta mengedarkan dan merekap daftar hadir diskusi. format berikut!
Laporan Hasil Diskusi
1. Topik diskusi : ....................................................
2. Pelaksana kegiatan : ....................................................
3. Hari, tanggal, waktu : ....................................................
4. Penyaji makalah : ....................................................
5. Peserta : ....orang (daftar hadir terlampir)
6. Judul makalah : ....................................................
7. Mderatr : ....................................................
8. Notulis : ....................................................
9. Jalan diskusi : ....................................................
Seminar dibukaoleh mderatr, pukul : ........................
Penyampaian materioleh penyaji : ........................
Tanggapan peserta : ........................
N. Nama Tanggapan/ Pertanyaan/ Tanggapan Balik
1. ............ ..................................................................
2. ............ ..................................................................
3. ............ ..................................................................
Diskusi ditutupoleh mderatr pukul : ........................
a. Dengan kesimpulan diskusi:
1) ...................................................................................
2) ...................................................................................
3) ...................................................................................
b. Saran-saran:
1) ...................................................................................
2) ...................................................................................
3) ...................................................................................
Laporan hasil diskusi akan lebih lengkap jika diberi lampiran. Lampiran berupa makalah, ntula, dan daftar hadir peserta.
5. Memberikan Kritik dan Saran Terhadap Laporan Lisan
Keterampilan menyimak hendaknya dikuasai setiap orang yang ingin meningkatkan kualitas hidup dan intelektualitasnya. Menyimak bukan sekadar mendengar, tetapi mendengarkan dengan saksama dan penuh perhatian.oleh karena itu, penyimak yang baik harus dapat menyerap dan memahami topik-topik yang disimak.
Pada pelajaran ini, kamu dilatih untuk menyimak secara kritis sehingga mampu memberikan kritik dan saran atas kesalahan dan kekurangan yang terdapat dalam laporan yang akan dipeordengarkan.
Untuk dapat menyimak laporan dengan baik, berknsentrasilah dengan saksama dan catatlah pokok-pokok informasi yang disampaikan! Banyak orang yang merasa takut dikritik karena banyak yang beoranggapan bahwa kritikan sama dengan hinaan atau hujatan. Perlu disadari bahwa kritik merupakan uraian atau pertimbangan baik buruk terhadap sesuatu.
Manusia kebanyakan takut ketahuan kekurangan atau kesalahannya, banyak yang menghindar bahkan marah kalau dikritik dan diberi saran. Hal itu sangat keliru karena kritik sebenarnya untuk memperbaiki kesalahan dan menyempurnakan kekurangan.oleh karena itu, kita harus terbuka dan lapang dada terhadap kritik kalau ingin lebih baik.
Menyampaikan kritik dan saran harus dilakukan secara bijaksana. Kritik dan saran yang disampaikan harus didukung bukti nyata secara oobjektif. Saran merupakan pendapat berupa anjuran, usulan, harapan, dan cita-cita yang dikemukakan untuk dipertimbangkan. Agar penilaian itu oobjektif, perlu disertai dengan bukti dan alasan yang kuat. Rujuklah sumber-sumber referensi yang relevan agar alasan dan bukti yang kamu kemukakan akurat!
Pada kegiatan pembelajaran yang lalu, kamu sering melakukan kegiatan diskusi untuk membahas berbagai hal. Dalam kegiatan diskusi tersebut ada teman yang berperan sebagai pembicara, mderatr, dan ada notulis. Pembicara adalah orang yang menyampaikan dan membahas topik permasalahan yang didiskusikan. Mderatr adalah orang mengatur jalannya diskusi. Notulis adalah orang yang bertugas untuk membuat ntula (catatan rapat/hasil diskusi).
Menulis laporan hasil diskusi adalah salah satu tugas seorang notulis. Laporan yang disampaikan harus dapat menyajikan fakta secara oobjektif tentang keadaan atau kegiatan yang telah dilaksanakan. Fakta oobjektif yang disajikan menjadi tanggung jawab notulis yang membuat laporan diskusi tersebut. Menyusun laporan hasil diskusi adalah tugas notulis. Untuk itu, notulis harus mengikuti jalannya diskusi dengan cermat agar dapat mencatat segala hal yang berkaitan dengan kegiatan dan jalannya diskusi.
Hal-hal yang perlu dicatat notulis antara lain: gagasan pokok yang disampaikan pembicara, pertanyaan, sanggahan, kmentar, atau saran dari peserta diskusi. Selain itu, notulis juga bertugas meresume pembicaraan, mencatat suasana jalannya diskusi, serta mengedarkan dan merekap daftar hadir diskusi. format berikut!
Laporan Hasil Diskusi
1. Topik diskusi : ....................................................
2. Pelaksana kegiatan : ....................................................
3. Hari, tanggal, waktu : ....................................................
4. Penyaji makalah : ....................................................
5. Peserta : ....orang (daftar hadir terlampir)
6. Judul makalah : ....................................................
7. Mderatr : ....................................................
8. Notulis : ....................................................
9. Jalan diskusi : ....................................................
Seminar dibukaoleh mderatr, pukul : ........................
Penyampaian materioleh penyaji : ........................
Tanggapan peserta : ........................
N. Nama Tanggapan/ Pertanyaan/ Tanggapan Balik
1. ............ ..................................................................
2. ............ ..................................................................
3. ............ ..................................................................
Diskusi ditutupoleh mderatr pukul : ........................
a. Dengan kesimpulan diskusi:
1) ...................................................................................
2) ...................................................................................
3) ...................................................................................
b. Saran-saran:
1) ...................................................................................
2) ...................................................................................
3) ...................................................................................
Laporan hasil diskusi akan lebih lengkap jika diberi lampiran. Lampiran berupa makalah, ntula, dan daftar hadir peserta.
5. Memberikan Kritik dan Saran Terhadap Laporan Lisan
Keterampilan menyimak hendaknya dikuasai setiap orang yang ingin meningkatkan kualitas hidup dan intelektualitasnya. Menyimak bukan sekadar mendengar, tetapi mendengarkan dengan saksama dan penuh perhatian.oleh karena itu, penyimak yang baik harus dapat menyerap dan memahami topik-topik yang disimak.
Pada pelajaran ini, kamu dilatih untuk menyimak secara kritis sehingga mampu memberikan kritik dan saran atas kesalahan dan kekurangan yang terdapat dalam laporan yang akan dipeordengarkan.
Untuk dapat menyimak laporan dengan baik, berknsentrasilah dengan saksama dan catatlah pokok-pokok informasi yang disampaikan! Banyak orang yang merasa takut dikritik karena banyak yang beoranggapan bahwa kritikan sama dengan hinaan atau hujatan. Perlu disadari bahwa kritik merupakan uraian atau pertimbangan baik buruk terhadap sesuatu.
Manusia kebanyakan takut ketahuan kekurangan atau kesalahannya, banyak yang menghindar bahkan marah kalau dikritik dan diberi saran. Hal itu sangat keliru karena kritik sebenarnya untuk memperbaiki kesalahan dan menyempurnakan kekurangan.oleh karena itu, kita harus terbuka dan lapang dada terhadap kritik kalau ingin lebih baik.
Menyampaikan kritik dan saran harus dilakukan secara bijaksana. Kritik dan saran yang disampaikan harus didukung bukti nyata secara oobjektif. Saran merupakan pendapat berupa anjuran, usulan, harapan, dan cita-cita yang dikemukakan untuk dipertimbangkan. Agar penilaian itu oobjektif, perlu disertai dengan bukti dan alasan yang kuat. Rujuklah sumber-sumber referensi yang relevan agar alasan dan bukti yang kamu kemukakan akurat!
Langganan:
Postingan (Atom)