Unsur, struktur, dan kaidah kebahasaan dalam
ceramah – apa saja bagian
– bagian dari teks ceramah? Ceramah adalah penyampaian suatu informasi di depan
khalayak umum (masyarakat). Ceramah sering kali disamakan dengan pidato. Oleh karena
itu, saya memberikan materi tentang ceramah kepada pembaca agar tidak ada
kekeliruan.
Lihat juga : Pengertian, Jenis, Tujuan, Metode Pidato
Lihat juga : Pengertian, Jenis, Tujuan, Metode Pidato
Dalam berceramah
tentu adalah struktur – struktur yang harus diketahui agar khalayak umum dapat membuat
materi ceramah yang baik dan benar agar para pendengar nyaman mendengarkannya.
Apa saja struktur
– struktur tersebut?
#
Pembuka
Bagian ini merupakan
awal dari teks ceramah. Seperti teks – teks yang lain terutama teks eksposisi,
pembuka mengenalkan isu, masalah, ataupun pandangan pembicara tentang sesuatu
dalam topik yang akan dibahas. Bagian pembuka ini dapat disebut juga dengan
tesis.
Isi
Bagian ini
merupakan rangkaian argumen atau pendapat yang disampaikan oleh pembicara
mengenai topik yang diangkat menjadi bahan materi ceramah. Bagian ini saling
berkaitan dengan bagian sebelumnya yaitu tesis. Pada bagian ini argumen -
argumen pembicara diperkuat dengan fakta yang ada.
Penutup
Bisa juga disebut
penengasan ulang kembali. Bagian ini berisi simpulan atau rangkuman – rangkuman
sebagai hasil penalaran dari pernyataan – pernyataan sebelumnya.
Di dalam struktur
tentu terdapat unsur – unsur yang terdapat pada setiap bagiannya. Berikut unsur
– unsur dari teks ceramah.
# Unsur teks ceramah
-
Teks berisi
pesan yang bertujuan untuk memberi nasehat kepada pendengar.
-
Bersifat
menghibur, menginformasikan,dan membujuk.
-
Isinya
dapat dimanfaatkan atau diterapkan dalam kehidupan sehari – hari.
Selesai saya
membahas truktur dan apa isi dari setiap struktur. Karena setiap teks memiliki
karakteristiknya masing – masing, sekarang saya akan membahas kaidah
kebahasaannya.
Lihat juga : Persamaan dan Perbedaan Teks Pidato, Ceramah, dan Khutbah
# Kaidah kebahasaaan teks ceramah
-
Menggunakan
kata ganti orang pertama. Contohnya saya, aku, kami (jika penceramah
mengatasnamakan kelompok).
-
Menggunakan
kata ganti orang kedua jamak. Contohnya saudara – saudara, hadirin, dan lain –
lain.
-
Menggunakan
kata – kata ajakan ataua persuasif. Contohnya sebaiknya, hendaklah, harus,
perlu, dan lain – lain.
-
Menggunakan
kata mental. Contohnya mengagumkan,
memprihatinkan, menyimpulkan, dan lain – lain.
-
Menggunakan
kata – kata sebab akibat yang menghubungkan pendapat (argumen) satu dengan yang
lainnya. Contohnya sehingga, maka, jika, dengan demikian, oleh karena itu, dan
lain – lain.
-
Menggunakan
kata teknis. Atau peristilahan yang yang terkait dengan topik yang sedang
dibahas. Contohnya etika berbahasa, tata krama, dan lain – lain.
-
Menggunakan
kata – kata yang menyatakan hubungan temporal ataupun perbandingan atau
pertentangan. Contohnya kemudian, sebelum itu, berbeda halnya, dan lain – lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar