Rabu, 15 November 2017

cerama

Unsur, struktur, dan kaidah kebahasaan dalam ceramah – apa saja bagian – bagian dari teks ceramah? Ceramah adalah penyampaian suatu informasi di depan khalayak umum (masyarakat). Ceramah sering kali disamakan dengan pidato. Oleh karena itu, saya memberikan materi tentang ceramah kepada pembaca agar tidak ada kekeliruan.

Lihat juga : Pengertian, Jenis, Tujuan, Metode Pidato
Dalam berceramah tentu adalah struktur – struktur yang harus diketahui agar khalayak umum dapat membuat materi ceramah yang baik dan benar agar para pendengar nyaman mendengarkannya.
Apa saja struktur – struktur tersebut? 
#

Pembuka
Bagian ini merupakan awal dari teks ceramah. Seperti teks – teks yang lain terutama teks eksposisi, pembuka mengenalkan isu, masalah, ataupun pandangan pembicara tentang sesuatu dalam topik yang akan dibahas. Bagian pembuka ini dapat disebut juga dengan tesis. 
Isi
Bagian ini merupakan rangkaian argumen atau pendapat yang disampaikan oleh pembicara mengenai topik yang diangkat menjadi bahan materi ceramah. Bagian ini saling berkaitan dengan bagian sebelumnya yaitu tesis. Pada bagian ini argumen - argumen pembicara diperkuat dengan fakta yang ada.
Penutup
Bisa juga disebut penengasan ulang kembali. Bagian ini berisi simpulan atau rangkuman – rangkuman sebagai hasil penalaran dari pernyataan – pernyataan sebelumnya.
Di dalam struktur tentu terdapat unsur – unsur yang terdapat pada setiap bagiannya. Berikut unsur – unsur dari teks ceramah.
# Unsur teks ceramah

-          Teks berisi pesan yang bertujuan untuk memberi nasehat kepada pendengar.
-          Bersifat menghibur, menginformasikan,dan membujuk.
-          Isinya dapat dimanfaatkan atau diterapkan dalam kehidupan sehari – hari.
Selesai saya membahas truktur dan apa isi dari setiap struktur. Karena setiap teks memiliki karakteristiknya masing – masing, sekarang saya akan membahas kaidah kebahasaannya.

Lihat juga : Persamaan dan Perbedaan Teks Pidato, Ceramah, dan Khutbah
# Kaidah kebahasaaan teks ceramah
-          Menggunakan kata ganti orang pertama. Contohnya saya, aku, kami (jika penceramah mengatasnamakan kelompok).
-          Menggunakan kata ganti orang kedua jamak. Contohnya saudara – saudara, hadirin, dan lain – lain.
-          Menggunakan kata – kata ajakan ataua persuasif. Contohnya sebaiknya, hendaklah, harus, perlu, dan lain – lain.
-          Menggunakan kata mental. Contohnya mengagumkan,  memprihatinkan, menyimpulkan, dan lain – lain.
-          Menggunakan kata – kata sebab akibat yang menghubungkan pendapat (argumen) satu dengan yang lainnya. Contohnya sehingga, maka, jika, dengan demikian, oleh karena itu, dan lain – lain.
-          Menggunakan kata teknis. Atau peristilahan yang yang terkait dengan topik yang sedang dibahas. Contohnya etika berbahasa, tata krama, dan lain – lain.
-          Menggunakan kata – kata yang menyatakan hubungan temporal ataupun perbandingan atau pertentangan. Contohnya kemudian, sebelum itu, berbeda halnya, dan lain – lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar